Berbaik sangka pada Allah

1. Bagaimana mungkin kamu mendapat hal luar biasa; sementara kamu belum merubah kebiasaan burukmu?

2. Bagaimana mungkin kamu mendapat hal yang kamu inginkan; sementara kamu tak bersungguh-sungguh dalam berikhtiar?

3. Bagaimana mungkin kamu mendapat hal yang besar; sementara hal kecil tidak kamu syukuri?

4. Berikhtiarlah dengan sungguh-sungguh; lakukan bagianmu sebagai hamba yang taat, maka Allah akan melakukan bagiannya sebagai pemberi Rahmat

5. Jangan karena Allah memberi hal kecil, menjadikan hilang iman. Kemudian berburuk sangka.

6. Berbaik sangkalah; Allah telah berfirman bahwa, mungkin kau menganggap baik sesuatu, padahal ia buruk. Pun sebaliknya.

7. Berbaik sangkalah, dan kerjakan setiap perintah-Nya tanpa kecuali; Allah selalu sisipkan hikmah yang besar dibalik kebaik sangkaan pada-Nya

8. Andai Nabi Musa as. tak berbaik sangka pada Allah, mungkin Lautan takkan terbelah

9. “Musa, pukulkan tongkatmu ke laut!” | bisa saja Nabi Musa menjawab, “Untuk apa, Ya Allah?”

10. Andai Nabi Nuh as. tak berbaik sangka pada Allah, mungkin ia akan tenggelam bersama air bah

11. “Nuh, buatlah bahtera!” | bisa saja Nabi Nuh menjawab, “Untuk apa, Ya Allah?”

12. Andai Nabi Ibrahim as. tak berbaik sangka pada Allah, mungkin tak akan ada satu diantara dua perayaan Islam. Eidul Qurban

13. “Ibrahim, sembelihlah anakmu!” | bisa saja Nabi Ibrahim menjawab, “Engkau tega, Ya Allah!”

14. Andai Nabi Muhammad saw. tak berbaik sangka pada Allah, mungkin tak ada aku, kau dan sobat semuanya. Tak ada Islam!

15. “Muhammad, hijlarlah ke Madinah” | bisa saja Nabi shallalaahu ‘alayhi wasallaam menjawab, “Allah Engkau menyuruhku untuk berjalan ke negeri jauh?”

16. Yang mereka tau, mereka harus patuh pada perintah Allah, berprasangka baik pada Allah

17. Karena dibalik Keagungan mereka sebagai Nabi, terdapat keterbatasan sebagai manusia; Ketidaktauan mereka akan masa depan

18. Kita belajar dari Nabi, meneladani mereka; dibalik ketidaktauan yang dibersamai dengan baiksangka ternyata ada surprise yang tak ternilai harganya

19. Pertolongan Allah datang di detik-detik terakhir usaha hamba-Nya; sesungguhnya Ia menguji sejauh mana kesabaranmu dalam meminta

Trivia : Cinta itu…

Cinta itu: Awan | rela berpanasan tuk teduhkan semua org dalam naungan.

Cinta itu: Tanah | meski terinjak, ia tak sungkan menopang semua beban; tanpa pamrih meminta imbalan.

Cinta itu: Debu | terkadang tak terlihat, tapi selalu ada memperhatikan.

Cinta itu: Embun | walau kemudian hilang dipeluk mentari; ia hadirkan sang pelangi.

Cinta itu: Daun | tak pernah membenci angin walau jatuh berguguran.

Cinta itu: Telaga | Menyembuhkan kala dahaga, menyejukkan jiwa jua raga.

Cinta itu: Gurun | Panas jua terhampar luas; Akan tersesat jika tanpa kompas.

Cinta itu: Hutan | Jelajahi seluruhnya, maka kau akan dapatkan jawabannya.

Cinta itu : Buku | Karena bersamamu, semua perlu ilmu.

Cinta itu: … (lanjutkan di komentar ya) he…he

Semua hanyalah titipan

1. Tersebut prestasi dihadapan Allah, saat kamu mampu menggelorakan qona’ah; merasa cukup akan semua yang Allah berikan padamu.

2. Agaknya Semua telah tau, apapun yang ada di dunia ini adalah titipan, fasilitas yang Allah berikan untuk menunjang amalan.

3. Orang kaya, beramal dengan harta; orang berilmu, beramal dengan mewariskan pemahaman; orang miskin, beramal dengan syukur dan sabar. Indah…

4. Di hadapan Allah, semua manusia itu sama. Kaya-miskin, tua-muda, laki-perempuan.

5. Allah tak memandang rupa. Ia hanya menilai insan dari apa yang ada dalam hatinya; keikhlasan dan semangat mencari keridhoan-Nya.

6. Allah ciptakan manusia berakal supaya berpikir tentang hikmah dibalik penciptaan; tapi kerapkali, manusia dikendalikan oleh nafsu dan angan.

7. Jomblo: “andai saja sudah menikah, pasti saya ada yang ngurusin. Mau kerja dibuatin sarapan, cape dipijitin; Punya si kecil jelita. ah, nyaman dah.”

8. Menikah : “andai saja masih jomblo, hidup saya pasti bebas. Tak perlu susah mencari nafkah untuk keluarga. Bisa naik gunung sepuasnya.”

9. Kaya : “andai saya hidup seperti mereka; tak berpunya, tapi keliatan bahagia. Saya tak perlu cemas mikirin nih uang takut kemalingan. Ah, Tentram.”

10. Miskin : “andai saya seperti si kaya, saya bisa membeli apapun yg saya inginkan. Banyak uang pasti bahagia. Pasti!”

11. Manusia tak pernah puas. Karena hakikatnya, segala sesuatu akan terlihat elok saat belum dimiliki.

12. Sudah saatnya kita sadar hakikat penciptaan; Allah tak ciptakan manusia asal-asalan. Semua sudah terukur.

13. Allah tak kurangkan sesuatu daripada seseorang, melainkan melebihkan sesuatu yg lain daripadanya.

14. Allah suka orang kaya dermawan; tapi Allah cinta orang miskin yang dermawan; Ia lebihkan pahala untuknya berbanding si kaya.

15. Allah suka orang tua pergi ke mesjid; tapi Allah lebih suka seorang pemuda yang hatinya selalu berpaut masjid; Semangat memakmurkannya.

16. Allah miskinkan hamba supaya ia lebih banyak meraup pahala dari syukur | “Alhamdulillaah, ya Allah. Engkau masih berikan kami nafas hari ini :’)”

17. Allah miskinkan hamba supaya ia lebih ringan perhitungannya di yaumul hisab nanti;

18. Allah lebihkan harta hamba supaya ramai orang berhujjah atas hartanya yang didermakan.

19. Begitulah, Allah Maha Baik. Tak ada kesia-siaan yang Ia ciptakan, kecuali yang diciptakan tak faham hakikat penciptaan.

20. Jangan jadi orang yang merugi dengan tidak beriman dan tidak mengerjakan amal shaleh karena kau menganggap dirimu serba kekurangan.

21. Jangan jadi orang yang merugi dengan tidak bersabar dan tidak saling menguatkan satu sama lain (QS. Al-‘Ashr) 😉

Karena aku lelaki~

Arrijalu qawwamuna ‘alannisaa
“Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita”
Karena itu lelaki…

Karena itu lelaki…
harus tetap terlihat kuat; meski hatinya tersayat-sayat.

Karena itu lelaki…
harus tetap terlihat ceria; meski hatinya tergores luka-luka.

Karena itu lelaki…
harus tetap terlihat tegar; meski jiwanya ditampar-tampar.

Karena itu lelaki…
harus tetap sabar; meski amarah membakar-bakar.

Karena itu lelaki…
harus tetap terlihat gagah; meski raga berdarah-darah.

Karena itu lelaki…
harus tetap bisa merangkul; meski dirinya sendiri terpukul.

Dan Karena lelaki adalah qawwam;
pelindung dari temaram.