Betapa tak tau terimakasihnya kami wahai bunda, tatkala peluhmu mengalir…

Betapa tak tau terimakasihnya kami wahai bunda, tatkala peluhmu mengalir deras guna menjadikan kami bisa berbicara maka kami gunakan hasil usahamu itu untuk membantah bahkan membentakmu.

Betapa tak tau terimakasihnya kami wahai bunda, tatkala peluhmu mengalir deras guna menjadikan kami bisa berjalan maka kami gunakan hasil usahamu itu untuk berjalan keluar karena kesal terhadap dirimu.

Betapa tak tau terimakasihnya kami wahai bunda, tatkala peluhmu mengalir deras guna menjadikan kami bisa mendengar dengan baik maka kami gunakan hasil usahamu itu untuk mendengarkan musik dengan volume besar ketika engkau menasehati kami.

Betapa tak tau terimakasihnya kami wahai bunda, tatkala peluhmu mengalir deras guna menjadikan kami pribadi yang mengenal cinta maka kami gunakan hasil usahamu itu untuk berpaling darimu demi manusia lain yang mengaku cinta pada kami, bahkan kadang kami lebih menganggap cinta dia lebih besar dari cintamu, sehingga kami lebih peka terhadap perkataannya daripada perkataanmu.

Sungguh betapa tak tau terimakasihnya kami wahai bunda tatkala nyawamu kau pertaruhkan demi hidup kami, maka kami malah menjadikan pengrobananmu itu sebagai satu episode yang hilang dari kehidupan kami, sehingga kami tega menyia-nyiakan hidup kami dengan perbuatan yang membuat wajahmu murung bahkan sampai membuat air matamu keluar.

Allah berfirman :
………… hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Isra’ : 23)

Ijab Qobul diawali dengan kalimat syahadat. Itu adalah perjanjian yang…

Ijab Qobul diawali dengan kalimat syahadat. Itu adalah perjanjian yang sangat kuat, yang disaksikan oleh malaikat, yang mengguncang arsy-nya Allah SWT. Beralih segala tanggung jawab dunia akhirat, dari ayah mempelai wanita kepada mempelai pria.

Ijab Qobul bukan diawali “demi cinta, harta, rupa atau tahta”.

Maka teguh & kuatkan komitmen pada syahadat, maka cinta-Nya akan tumbuh subur di dalam hati yang akan mewarnai rumah tangga tsb.

Namun manakala sebuah mahligai terlalu mengagungkan cinta, dan mengabaikan syahadat, hilanglah rahmat dan cinta-Nya di dalam hati para pelaku rumah tangga.

Mau pilih yang mana ?

🙂

“Ujian itu akan mendekatkan jarak antara dirimu dengan Rabbmu. Akan…

“Ujian itu akan mendekatkan jarak antara dirimu dengan Rabbmu. Akan mengajarkan kepadamu, bagaimana berdoa, dan akan menghilangkan kesombongan, ujub, dan rasa bangga diri.”

“Bertawakallah kepada Allah, dan serahkan semua perkara kepada-Nya. Terimalah semua ketentuan-Nya dengan sepenuh hati, berlindunglah kepada-Nya, dan bergantunglah kepada-Nya, karena sesungguhnya Dia cukup sebagai pelindungmu.”

*Dr ‘Aidh Al-Qarni

Semoga hari ini lebih baik daripada hari kemarin; dan hari…

Semoga hari ini lebih baik daripada hari kemarin; dan hari esok lebih baik dari hari ini.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (Al-Hasyr: 18)

Dimana sebagai seorang yang beriman dituntut untuk selalu muhasabah diri, tentang apa yang telah diperbuat, apa yang telah dilakukan, apa yang telah dikerjakan.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Siapa yang hari ini sama seperti hari kemarin maka dia orang merugi. Siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia orang yang beruntung. Maka siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang yang terlaknat”.

Semoga kita semua tergolong dalam orang-orang yang beruntung. Aamiin.

Selamat pagi. Selamat berjuang 🙂

Gludak-gluduk hati saya baca ini :3 — Dia pergi untuk…

Gludak-gluduk hati saya baca ini :3

Dia pergi untuk melamar seorang wanita.

Di saat dia melakukan nazhar syar’i (melihat calon istrinya).

Calon istrinya bertanya : “Berapa hafalan Al-Quranmu ?”

Dia menjawab : “Saya tidak hafal banyak tapi SAYA INGIN MENJADI LELAKI YANG SHALIH.”

Dia lalu berkata kepada calon istrinya : “Kalau kamu?”

Calonnya menjawab : “Saya hafal juz ‘amma”

Calonnya kemudian sepakat untuk menikah karena merasa dia (laki-laki yg datang melamar ini) jujur.

Setelah menikah…

Sang Istri lalu memintanya untuk membantunya menghafal Al- Quran.

Sang suami berkata : “Mengapa kita tidak saling membantu dalam menghafal bersama-sama?”

Mereka lalu memulai menghafal dengan Surat Maryam kemudian berikutnya dan berikutnya, sampai hafalan Qurannya selesai dan mereka berdua mendapat Ijazah hafalan Quran.

Kemudian istrinya menawarkan : “Mungkin kita juga bisa memulai menghafal Hadits-hadits Bukhari..”

Di sebuah kesempatan ketika dia berziarah ke rumah mertuanya, sang suami mengabarkan kepada mertuanya kalau anaknya sekarang sudah hafal AlQuran Al Karim, Alhamdulillah.

Mertuanya kaget dengan apa yg dikatakan menantunya, dia lalu masuk ke kamar anaknya seraya memperlihatkan banyak kertas kepada menantunya.

Sontak dan alangkah kaget dan bingungnya sang suami, Istrinya ternyata memiliki ijazah hafalan Alquran dan Kutub Sittah (kumpulan kitab2 hadits) bahkan sebelum dia menikah dengannya.

SUBHANALLAH….

Tidak mempermasalahkan dari awal sedikitnya ilmu yang dimiliki sang calon suami, dan dia kemudian membantunya menghafalkan Al Quran sebagaimana dia telah menghafalnya disaat dia merasa kalau memang sang suami adalah orang Shalih (Dia juga tidak berdusta ketika dia berkata saya hafal juz amma karena dia tidak menafikan bahwa dia juga hafal surat yg lainnya).

Ya Allah jika aku bukan orang yg shalih maka karuniakan kepadaku istri yg shalihah yg membantuku, dan menjadikanku dekat denganMu, dan jadikanlah aku orang yg shalih…

♥ bila Anda ingin menikah hanya karena ada yang bisa…

♥ bila Anda ingin menikah hanya karena ada yang bisa mijitin, lebih baik menikahlah dengan tukang pijit.

♥ bila Anda ingin menikah hanya karena ada yang bisa nyuji’in baju, lebih baik menikahlah dengan tukang cuci.

♥ bila Anda ingin menikah hanya karena ada yang bisa masakin, lebih baik menikahlah dengan tukang masak.

♥ bila Anda ingin menikah hanya karena ada yang bisa mengatur keuangan, lebih baik menikahlah dengan tukang kredit.

♥ bila Anda ingin menikah hanya karena ada yang bisa merawat dan membersihkan rumah, lebih baik menikahlah dengan tukang sapu.

♥ namun bila Anda ingin menikah hanya karena ingin mencari keridhoanNya, menjaga kehormatan dan membangun peradaban maka menikahlah dengan wanita sholihah.

“Dia adalah seorang wanita yang menarik jika suami menatapnya, patuh saat suami menyuruhnya dan tidak menyalahi suami dalam hal yang tidak dia sukai dari dirinya dan dalam urusan hartanya.”

Keluarga bahagia bukan rumah tangga yang berlimpah harta. Karena banyaknya…

Keluarga bahagia bukan rumah tangga yang berlimpah harta.
Karena banyaknya harta tidak bisa dijadikan ukuran sebuah kebahagiaan.

Keluarga bahagia juga bukan rumah tangga yang tak pernah mendapat masalah, tak pernah mengalami kesusahan, atau tak pernah terlibat perselisihan.

Tapi keluarga bahagia adalah rumah tangga yang rajin dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai kapasitasnya secara istiqamah.

Rajin ibadah mahdhahnya. Juga Rajin dalam mengerjakan pekerjaannya masing-masing dengan cara yang halal.

Pandai bersyukur atas sekecil apapun rizqi atau ni’mat yang didapat, serta pandai menghargai sekecil apapun usaha atau pengorbanan pasanganya masing-masing.

Dan tentunya pandai mengingatkan dengan cara yang bijak jika terjadi kelalaian.

Cerdas dalam menyikapi dan menyelesaikan setiap masalah, tanpa menciptakan masalah baru.

Cerdas dalam menciptakan suasana harmonis.

Juga Cerdas melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, serta lingkungannya.

🙂