Allah sayang kita

1. Ramai orang salah sangka akan maksud kebahagiaan dalam hidupnya; selalu ia kaitkan kebahagiaan itu dengan faktor harta, dengan faktor kekayaan

2. Harta bukan segala-galanya, tapi boleh jadi merupakan satu faktor datangnya kebahagiaan

3. Ramai orang memiliki rumah yang besar nan mewah, tidur di kasur yang empuk nan lebar; tetapi dia tidak tentram, tidurnya tidak lelap

4. Ada yang bertinggal di bilik sederhana, tidur di kasur seadanya, bahkan terkadang ia ngampar; Tidurnya bisa lebih lelap berbanding kita

5. Ramai orang yang tiap hari berhidangkan makanan hebat, lauk pauk yg enak; tetapi lidahnya tak merasa, lidahnya tidak enak.

6. Ada yang berhidangkan makanan biasa, kadang hanya satu dua lauk saja; tetapi bisa lebih sedap berbanding kita.

7. Lihatlah bagaimana cara Allah membagi-bagikan nikmat, semua orang sangka kalau rumah yang besar, penghuninya bahagia dan tenang. Belum tentu!

8. Jika Allah hendak memberikan kebahagiaan kepada seseorang; Ia tak bisa ditahan oleh apapun. Pasti bahagia hidupnya.

9. Jika Allah hendak menghalang kebahagiaan kepada seseorang; Ia tak bisa diulur oleh apapun. Pasti merana hidupnya.

10. Jika Allah hendak tentukan suatu amalan yang orang lain menganggapnya tak berguna, kita akan melihat kemenangan di sisi-Nya

11. Jika Allah hendak tentukan suatu amalan yang orang lain menganggapnya suatu kerugian, Allah akan memberikan keuntungan. Di hari perhitungan.

12. Tengoklah dunia ini; terkadang manusia kehilangan suatu benda, tapi mereka seakan kehilangan segalanya

13. Ketika sedang tertimpa suatu kesulitan, seringkali kita merasa tak akan ada jalan keluar

14. Tetapi hari ini, Allah telah hidupkan kita dalam keadaan yang baik; ini suatu bukti bahwa Allah masih sayang dan memberi kesempatan.

15. Pengalaman sering mematangkan kita; “Siapa yg tidak melaluinya tidak akan memahami maksudnya”

16. Orang-orang yang hidupnya selalu berserah diri kepada Allah, dia akan mengetahui tentang ajaibnya berserah diri.

17. Apabila seorang insan melihat dunia dari sudut pandang akhirat, ia akan menyadari bahwa dunia itu kecil. Kehidupan ini luas

18. Tak ada susah yang berkepanjangan, melainkan ia tak pernah bersyukur

19. Dalam satu hadits, Allah akan memasukkan satu manusia yang paling kesusahan ke dalam surga, kemudian Allah keluarkan lagi.

20. Lantas ditanya, “Fulan, adakah engkau pernah merasa kesusahan dalam hidup?” | “tidak, aku tidak pernah merasa susah”

21. Hanya sekejap mata ia dimasukkan ke dalam surga, lupa cerita derita. Itulah orang yang selalu bersyukur dalam keadaan apapun

22. Lalu Allah memasukkan lagi satu manusia yang paling bahagia di dunia ke dalam neraka, kemudian Allah keluarkan lagi.

23. Lantas ditanya, “Fulan, adakah engkau pernah merasa bahagia dalam hidup?” | “tidak, aku tidak pernah merasa bahagia”

24. Sekejap mata ia dimasukkan ke dalam neraka, lupa cerita bahagia. Itulah org yang tak bersyukur akan kenikmatan semasa di dunia.

25. Masihkah kita teringat akan nikmat yg Allah berikan selama ini?; kita sering lupa bersyukur, bahwa yang kita miliki sekarang adalah nikmat

26. Ada satu insan yang patah kakinya. Semasa bugar, ia tak pernah sadar bahwa kakinya adalah nikmat yg sangat besar. Saat patah, barulah ia sadar

27. Sekarang ia tau, betapa besar nikmat kaki yang bisa berpijak merasakan tanah; ia tersadar betapa besar nikmat sehat

28. Sobat, bukan salah mengharapkan sesuatu yang belum kita miliki; tetapi jangan lupa yang telah kita miliki.

29. Bersyukurlah; kadangkala derajat syukur itu lebih tinggi dari sabar

30. Banyak orang yang terpaksa sabar, tetapi belum tentu orang yang mendapat nikmat, ingat untuk bersyukur

31. Sobat, jika kamu hendak menghitung nikmat Allah, kau tak akan mampu.

32. Bila kita memaknai hidup ini secara keseluruhan, kita akan merasa… Masya Allah, apa yang telah Allah karuniakan kepada kita luar biasa.

33. Allah sayang pada kita, sobat :’)

Aku baru bertemu dengannya

1. Jadilah manusia paling baik di sisi Allah; paling buruk dalam pandanganmu sendiri; dan biasa di hadapan orang lain

2. Bila engkau bersua dengan orang lain, hendaklah kamu pndang ia lebih baik dari dirimu. Katakanlah, “boleh jadi ia lebih tinggi derajatnya berbanding aku”

3. Bila engkau bersua dengan yang lebih muda, katakanlah, “boleh jadi dia lebih baik dariku. Aku lebih tua, tentulah aku lebih banyak dosanya”

4. Bila engkau bersua dengan yang lebih tua, katakanlah, “boleh jadi dia lebih baik dariku. Aku lebih muda, tentulah ibadahku masih kalah darinya”

Setiap yang berjiwa pasti merasakan mati

1. Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati; hendaklah kamu sekalian bersiap-siap, berkemas menuju kampung akhirat.

2. Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati; tak ada seorang hambapun yang tau pastinya. Kapan, dimana, saat sedang melakukan apa.

3. Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati; Semoga Allah perkenankan kita kembali dalam keadaan berpeluk Iman, dalam dekapan Islam

4. Sehebat apapun kamu, setinggi apapun jabatanmu, kamu semua akan mengalami | bila telah tiba saatnya, tak ada seorangpun yang dapat menghindari

5. Sebanyak apakah bekal yang telah dipersiapkan? | Apa yang hendak kamu katakan kepada Allah kelak?

6. Jangan kamu kira bahwa hanya rezeki yang datang tanpa disangka-sangka; kematian jua sama, ia datang tanpa izin pemilik nyawa

7. Pada hari itu, saat wajahmu pucat pasi; akan tersadar diri bahwa telah bergelimang dosa. kamu menangis hendak meminta ampun, tapi lidahmu kelu.

8. Saat badanmu terbujur kaku, dingin kala tersentuh. Akan ada tangisan memecah keheningan, “Begitu cepat kau berpulang, ya akhi/ukhti”

9. Tapi, kamu sudah tak bisa menjawab mereka. Urusanmu telah selesai, kini kamu tak punya sandaran. Kamu pergi.

10. Sebanyak apapun followermu, saat di alam kubur kamu tetap sendiri; mempertanggungjawabkan setiap perbuatan saat masih berdiri. Faghfirli Rabbi

Berbaik sangka pada Allah

1. Bagaimana mungkin kamu mendapat hal luar biasa; sementara kamu belum merubah kebiasaan burukmu?

2. Bagaimana mungkin kamu mendapat hal yang kamu inginkan; sementara kamu tak bersungguh-sungguh dalam berikhtiar?

3. Bagaimana mungkin kamu mendapat hal yang besar; sementara hal kecil tidak kamu syukuri?

4. Berikhtiarlah dengan sungguh-sungguh; lakukan bagianmu sebagai hamba yang taat, maka Allah akan melakukan bagiannya sebagai pemberi Rahmat

5. Jangan karena Allah memberi hal kecil, menjadikan hilang iman. Kemudian berburuk sangka.

6. Berbaik sangkalah; Allah telah berfirman bahwa, mungkin kau menganggap baik sesuatu, padahal ia buruk. Pun sebaliknya.

7. Berbaik sangkalah, dan kerjakan setiap perintah-Nya tanpa kecuali; Allah selalu sisipkan hikmah yang besar dibalik kebaik sangkaan pada-Nya

8. Andai Nabi Musa as. tak berbaik sangka pada Allah, mungkin Lautan takkan terbelah

9. “Musa, pukulkan tongkatmu ke laut!” | bisa saja Nabi Musa menjawab, “Untuk apa, Ya Allah?”

10. Andai Nabi Nuh as. tak berbaik sangka pada Allah, mungkin ia akan tenggelam bersama air bah

11. “Nuh, buatlah bahtera!” | bisa saja Nabi Nuh menjawab, “Untuk apa, Ya Allah?”

12. Andai Nabi Ibrahim as. tak berbaik sangka pada Allah, mungkin tak akan ada satu diantara dua perayaan Islam. Eidul Qurban

13. “Ibrahim, sembelihlah anakmu!” | bisa saja Nabi Ibrahim menjawab, “Engkau tega, Ya Allah!”

14. Andai Nabi Muhammad saw. tak berbaik sangka pada Allah, mungkin tak ada aku, kau dan sobat semuanya. Tak ada Islam!

15. “Muhammad, hijlarlah ke Madinah” | bisa saja Nabi shallalaahu ‘alayhi wasallaam menjawab, “Allah Engkau menyuruhku untuk berjalan ke negeri jauh?”

16. Yang mereka tau, mereka harus patuh pada perintah Allah, berprasangka baik pada Allah

17. Karena dibalik Keagungan mereka sebagai Nabi, terdapat keterbatasan sebagai manusia; Ketidaktauan mereka akan masa depan

18. Kita belajar dari Nabi, meneladani mereka; dibalik ketidaktauan yang dibersamai dengan baiksangka ternyata ada surprise yang tak ternilai harganya

19. Pertolongan Allah datang di detik-detik terakhir usaha hamba-Nya; sesungguhnya Ia menguji sejauh mana kesabaranmu dalam meminta

Berdoalah!

1. Berdo’alah kamu kepada Allah, dalam keadaan yakin bahwa do’a itu akan diterima; ketahuilah Ia tak menerima do’a dari hati yang lalai dan alpa

2. Berdo’alah kamu kepada Allah; Ia Mengetahui keinginan yang tak kau sebutkan, Ia mengetahui apa yang engkau butuhkan.

3. “Aku menyahut do’a org yg berdo’a kepadaKu, hendaklah mereka juga menyahut seruanKu dan beriman kepadaKu. Nescaya mereka mendapatkan petunjuk”

4. Semua do’a orang mukmin akan ‘menjelma’, kecuali ia tidak berdo’a dengan sungguh-sungguh

5. Manusia terkadang suka meminta uang; padahal yang ia inginkan adalah kebahagiaan | Allah tau itu! Berdo’alah dengan sungguh-sungguh. Maka Ia akan cukupkan

6. Jangan berputus dalam do’a! Allah pasti mengabulkan | bukankan iblis Alloh kabulkan hajatnya, ketika meminta umur panjang?

7. Akan ajaib hidup ini dengan do’a. Percayalah, Allah tidak akan tega mengabaikan hamba-Nya yang dengan tulus hati meminta. 🙂

Nikmat adalah ujian

1. Nikmat, tidak lain adalah ujian berupa kebaikan; ujian sejauhmana diri sadar dan mensyukuri bahwa semua adalah pemberian

2. “…Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan…” (QS. Al-Anbiya:35)

3. Bahagia merupakan bentuk lain dari syukur; puas merupakan bentuk lain dari qona’ah

4. Bersyukurlah utk setiap hal kecil; hingga hari kemudian saat kamu sukses, kamu akan menyadari bahwa hal kecil tersebut adalah hal besar

5. Bersyukurlah utk setiap hal kecil; karena Alloh telah menjanjikan tambahan ni’mat jika kamu bersyukur (QS. Ibrahim:7)

6. Bersyukurlah utk setiap hal kecil; karena jika dgn hal kecil saja kamu abai, bagaimana kamu siap menerima hal besar?