SHALATLAH, SEAKAN-AKAN MELIHAT ALLAH

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya

Beruntung disini konteksnya tentu mendapatkan rahmat, berkah, pahala dan tentu sejumlah hikmah dari shalat itu sendiri.

Jika keyakinan itu semakin tebal kepada Allah SWT maka dengan sendirinya khusyu akan muncul, rasa ketenangan ketika shalat akan lahir. Semuanya karena keyakinan yang tebal bahwa Allah SWT senantiasa mendampingi, melihat, mendengarkan doa-doa kita,

Ucapan dalam shalat yang berisi doa-doa, harapan dan keinginan kehidupan dunia akhirat diyakini didengarkan-Nya. Itu karena Allah SWT Maha Mendengar. Jika keyakinan menghujam dalam hati maka sungguh semua ucapan dalam shalat itu akan didengarkan Allah SWT. Kesungguhan dengan rasa rendah hati dan santun maka akan semakin memperkuat rasa khusyu itu yang akhirnya melahirkan prosesi shalat yang penuh dengan kenikmatan.

Kenikmatan inilah dimana rasa shalat khusyu ini seperti dalam pengawasan Allah SWT. Gerakan yang tenang dan berkesan serta konsentrasi hari yang terus menerus kedalam ucapan doa kita itu akan meningkatkan bobot dari shalat lima waktu.

Sumber : rumah zakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *