Masih ingatkah kita kisah seorang ibu yang terlantar diusir dan terpaksa tinggal di gerobak karna kanker payudara yang membusuk? Betul, itu merupakan kisah (alm.) sedih dari Ibu Rosida. Tentu kita berharap tidak ada lagi yang harus menelan pil pahit kehidupan itu.
.
.
Tetapi kini, kisah yang sama terulang lagi, Ibu Sujiati yang sudah renta saat ditemukan oleh rekan-rekan @dianatiwi sedang mengaduh kesakitan di pinggir jalan. Setelah ditelusuri, ternyata ibu yang hidup sebatang kara di sebuah gubuk reot yang tidak layak untuk dihuni di pinggir rel kereta api ini mengidap penyakit kanker payudara ganas. Sebagian payudaranya mulai membusuk dan terus membusuk, bahkan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Takut diusir oleh tetangganya, ibu Sujiati terpaksa mengoleskan lotion anti nyamuk pada luka yang membusuk itu untuk mengurangi bau yang merebak.
.
.
Gubuk kumuh yang ditinggali untuk berlindung dari panas dan hujan pun ternyata bukanlah miliknya, melainkan menumpang dari milik orang lain, dan isu yang didapat gubuk ini akan dirobohkan untuk kepentingan lain.
.
.
Didera kemiskinan dan penyakit yang berat, mulai membuat ibu Sujiati meredup asanya, dia sudah tidak terlalu lagi memikirkan makannya, dan berkata pada kawan-kawan, “doakan ibu masuk surga ya neng” sembari raut wajah sedih dan nada bicara yang getir
.
.
Kini, ibu yang tidak memiliki keluarga di ibukota ini terbaring di RS Koja, Jakarta Utara menunggu tindakan lebih optimal untuk menyelamatkan hidupnya. Biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit untuk mendapatkan penanganan terbaik, maka dari itu, mari kita bantu ringankan bebannya dan nyalakan lagi harapannya!
.
.
Bagi kawan-kawan yang ingin berdonasi bisa langsung transferkan ke rekening Mandiri 9000004714615 a.n Tias Rara Nindita, dan bisa konfirmasi jika ingin menyalurkan langsung sekaligus menjenguk ke mbak @dianatiwi (0857-7259-6940)
.
.
Sedikit bantuan dari kita, akan berarti besar bagi hidup beliau, bantu share ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *