KEPO ITU BAIK APA BURUK SIH ?

بِــــــــــسْمِ الَّلهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـم.

Kepo itu pd intinya kan pengin tau yg berlebihan. Bisa jadi baik, bisa jadi buruk.

Tergantung kepentingannya apa & targetnya apa ?

Kepo itu kan sebuah sikap awal. Yaitu rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu itu kemudian akan ditindaklanjuti dgn berbagai tindakan yg bisa jadi berbeda antara seseorang dgn orang lainnya.

Orang yg kepo terhadap perbuatan orang lain, tindak lanjutnya berupa tanya2 melulu, memperbincangkan dgn orang lain, atau sekadar men duga2 /berprasangka.

Orang yg kepo terhadap suatu peristiwa, ia akan berusaha mencari tahu. Bisa jadi melihat langsung ke TKP (tempat kejadian perkara), menonton siarannya (kalau diberitakan di TV), mencari beritanya di koran / internet sehingga menjadi gamblang.

Nah, tindakan kelanjutannya ini, yg bisa jadi baik / buruk.

Bagaimana pandangan Islam?
dalam Islam telah diatur apapun dalam kehidupan kita. Termasuk “Kepo”?

Kepo itu berawal dari prasangka, duga2. Kok dia gini, kok dia gitu, kok itu begini, kok begitu dst.

Tentang prasangka, telah diatur dalam surat Al Hujurat: 12
”Hai orang2 yg beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus), dan janganlah ada di antara kamu yg menggunjing sebagian yg lain. [Al Hujurat: 12].

Nah, kita telah diingatkan. Kita tidak boleh berprasangka yg buruk pada temen kita. Ini awal dari kepo.

Kalau prasangka ini bisa dibendung, tentu kita tidak akan kepo.Tapi kalau tidak bisa membendung, yaa… kepo lah jadinya.

Padahal sebagian prasangka itu dosa, loh.

Orang yg berprasangka biasanya ia kemudian akan mencari tahu dgn bertanya sana-sini. Ujung2 nya ghibah donk… (membicarakan aib orang lain).

Padahal ghibah itu dosa. Ghibah itu seperti memakan daging saudara kita yg telah mati.

Sungguh itu perbuatan yg sangat menjijikkan.

Ciri yg lain orang yg kepo itu men cari2 tau tentang keadaan orang lain. Padahal belum tentu itu bermanfaat baginya.

Dalam Islam hal itu kita juga telah diingatkan:“Termasuk dari baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa2 yg tidak penting baginya(H.R. Tirmidzi dan yg lainnya)

Nah loh… jika keislaman seseorang itu baik, maka ia akan meninggalkan hal2 yg tidak penting baginya.

Kalau cuma sekadar pengin tau, buat apa? Nggak usah nyari2 tahu, lah.

Kita tahan nafsu kita untuk pengin tau keadaan orang lain itu. Lebih baik diam. Bukankah diam itu emas? He… he.. itu pepatahnya.

Di hadits yg lain nih. Kita juga diingatkan untuk tidak memata-matai orang lain, menyelidiki keadaan orang lain. Emang kita KPK apa? Kok menyelidik

Hati2 nih bagi yg suka masang telinga untuk menyadap, he.. he.. he.

Kegiatan seperti ini namanya tajassus. Ini nih haditsnya:
“Berhati-hatilah kalian dari buruk sangka sebab buruk sangka itu sedusta-dusta cerita (berita); jangan menyelidiki; jangan memata-matai (mengamati) hal orang lain; jangan tawar-menawar untuk menjerumuskan orang lain, jangan hasut menghasut, jangan benci-membenci; jangan belakang-membelakangi, dan jadilah kalian sebagai hamba Allah itu saudara (HR Abu Hurairah)

Dan bagi yg suka menyadap pembicaraan orang lain, memasang telinga, nimbrung, lalu pakai bumbu penyedap dgn menambahkan kebohongan berhati-hatilah. Itu bahaya besar.

Dalam hadits nabi disebutkan:
Rasulullah saw bersabda, artinya,“Orang yg biasa mencuri-curi dengar tidak akan masuk surga [HR. Bukhariy dari Hudzaifah, Imam Muslim, Abu Dawud, Ahmad & Daruqutniy]

Ngeri kan ?

Okey … mari kita introspeksi diri. Mari lebih berhati-hati. Hati-hati… hati-hati… hati-hati… P r o v o k a s i….

Oh ya . Terus, kepo yg baik yg bagaimana ya?

Nah, kita harus meletakkan segala sesuatunya pd tempatnya. Untuk kepo yg tepat,

bisa kita gunakan saat kita sedang melakukan penelitian. Saat kita melakukan kegiatan itu dibenak kita tentu harus ada segudang pertanyaan.

Seperti Mengapa kedelai bisa jadi tempe?

Benarkah yg mengitari matahari itu bumi, bukan sebaliknya?

Adakah kandungan emas di dalam tanah tempat tinggalku?”

Jadi gitu. Kita harus meletakkan sesuatu pada tempatnya.

Untuk kepo ini kesimpulannya, jika engkau ingin melakukan / meninggalkan suatu pekerjaan, perhatikanlah!

Apakah hal itu penting bagimu atau tidak?
Jika tidak penting, maka tinggalkanlah.

Apabila penting, maka kerjakanlah sesuai dengan prioritasnya.

Begitulah manusia yg berakal, ia sangat perhatian dgn amal kebaikan sebagai persiapan menghadapi kematian, dan dia selalu menginstropeksi diri terhadap amal2 nya selama ini.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua. Sehingga kita bisa menahan nafsu agar tidak selalu mencari tau keadaan orang lain. Sehingga kita bisa menahan diri untuk tidak mencampuri urusan orang lain.

Lebih baik kalau kita ninggalin apa2 yg gak ada urusannya sama Kita

Semoga bermafaat 😀

(Mutiara hikmah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *