Kalau Islam adalah Rahmatan Lil ‘Alamin atau Rahmat bagi alam semesta maka muslim sebagai pembawa misi Islam seharusnya dapat bergaul dengan siapa saja dan memiliki ruang lingkup pergaulan yang luas dan luwes.

Ada 4 Ruang Lingkup pergaulan seorang muslim :
1. Ruang Lingkup Pergaulan terhadap para penyeru dakwah.
2. Ruang Lingkup Pergaulan terhadap sesama muslim.
3. Ruang Lingkup Pergaulan terhadap non muslim
4. Ruang Lingkup Pergaulan terhadap atheis

#1. Terhadap para penyeru dakwah :
Apabila seorang muslim bergaul dengan penyeru dakwah maka dia berusaha mempermudah jalan dakwahnya dan jika mungkin membantu untuk sampai kepada tujuan dakwahnya dengan cara-cara yang selamat.

#2. Terhadap sesama muslim :
Apabila seorang muslim bergaul dengan sesama muslim maka berusahalah untuk mencintainya karena Alloh. Apabila belum sampai pada kesanggupan itu maka minimal dia harus memiliki persangkaan baik terhadapnya (husnudzon) karena itu adalah selemah-lemahnya ukhuwwah dan setelah itu tidak ada ukhuwwah.

#3. Terhadap non muslim :
Apabila seorang muslim bergaul dengan non muslim maka janganlah menghina agamanya dan ajaklah untuk bersama-sama menjalankan agama masing-masing dengan sebaik-baiknya karena atmosfir kehidupan beragama akan lebih baik dibanding dengan atmosfir kehidupan tidak beragama.

#4. Terhadap Atheis :
Apabila seorang muslim bergaul dengan Atheis maka janganlah menawarkan agama kepadanya karena itu suatu hal yang dia tidak doyan. Tapi ajaklah dia bersama-sama menyelamatkan bumi ini dari kehancuran. Bersama-sama mengurangi polusi, menambal lubang ozon yang semakin menganga lebar, membagi dengan rata cahaya matahari pada penduduk bumi, memerangi narkoba, HIV-AIDS dan banyak lagi

(Budi Dharmawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *