“Dandelion itu harus berjuang sendiri. Menunggu setetes hujan yang mampu untuk membuatnya bergeliat. Menyambut hari-hari berikutnya yang penuh dengan ujian. Dari tetesan hujan itulah akan tumbuh tunas baru sebagai bukti ketangguhan perjuangan hidupnya. Tunas itu pun harus siap untuk menghadapi teriknya matahari, kerasnya hembusan angin, dan derasnya hujan. Ia harus bertahan sendiri, tanpa ada tanaman lain yang mengayominya. Tanpa ada tanaman induk sebagai pelindungnya.

Akhirnya, dandelion itu tumbuh menjadi tanaman baru dengan segala perjuangannya. Walau bentuknya sederhana, tanpa kelopak warna-warni, kini ia siap untuk menerbangkan bunga-bunga lainnya dan berharap agar angin mampu membawanya ke tempat yang jauh lebih baik.

Hidup kita mungkin juga sama seperti itu. Awalnya memang berat saat Allah uji kita dengan berbagai macam cobaan yang tidak ringan. Namun, semua sudah tertulis dengan apik dalam skenarioNya. Kita adalah pelaku dalam skenario yang Allah tuliskan. Tapi, kita bukan berarti hanya sekadar melakonkan. Kita juga harus berusaha dan belajar memaknai semua perjalanan ini.”

*Tausiyahku (Tentang Rindu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *