Betapa tak tau terimakasihnya kami wahai bunda, tatkala peluhmu mengalir deras guna menjadikan kami bisa berbicara maka kami gunakan hasil usahamu itu untuk membantah bahkan membentakmu.

Betapa tak tau terimakasihnya kami wahai bunda, tatkala peluhmu mengalir deras guna menjadikan kami bisa berjalan maka kami gunakan hasil usahamu itu untuk berjalan keluar karena kesal terhadap dirimu.

Betapa tak tau terimakasihnya kami wahai bunda, tatkala peluhmu mengalir deras guna menjadikan kami bisa mendengar dengan baik maka kami gunakan hasil usahamu itu untuk mendengarkan musik dengan volume besar ketika engkau menasehati kami.

Betapa tak tau terimakasihnya kami wahai bunda, tatkala peluhmu mengalir deras guna menjadikan kami pribadi yang mengenal cinta maka kami gunakan hasil usahamu itu untuk berpaling darimu demi manusia lain yang mengaku cinta pada kami, bahkan kadang kami lebih menganggap cinta dia lebih besar dari cintamu, sehingga kami lebih peka terhadap perkataannya daripada perkataanmu.

Sungguh betapa tak tau terimakasihnya kami wahai bunda tatkala nyawamu kau pertaruhkan demi hidup kami, maka kami malah menjadikan pengrobananmu itu sebagai satu episode yang hilang dari kehidupan kami, sehingga kami tega menyia-nyiakan hidup kami dengan perbuatan yang membuat wajahmu murung bahkan sampai membuat air matamu keluar.

Allah berfirman :
………… hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Isra’ : 23)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *