17 Perkara yang Mencukupkan Cukuplah….. Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai…

17 Perkara yang Mencukupkan

Cukuplah…..
Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai Tuhan kita.
Muhammad bin Abdullah sebagai Nabi dan Rasul kita.
Islam sebagaimana Agama kita.
Al-Quran dan As-Sunnah sebagai Pedoman Hidup kita.

Cukuplah……
Ibadah sebagai kesibukan bagi kita.
Amal sebagai harapan kita.
Mati sebagai nasehat bagi kita.
Takwa sebagai bekal bagi kita.

Cukuplah…..
Akhlak yang baik sebagai perhiasan bagi kita.
Qana’ah sebagai harta kekayaan kita.

Cukuplah….
Shalat dan Sabar sebagai penolong kita.
Syaitan sebagai musuh kita.
Dosa sebagai perusak pahala kita.

Cukuplah…..
Surga sebagai cita-cita kita.
Neraka sebagai ancaman bagi kita.

Cukuplah….
Taubat sebagai penyuci jiwa kita.
Zakat dan Sedekah sebagai penyuci harta kita.

[ Dimanakah Istri Shalihah Itu? ] Dimanakah wanita-wanita yang mengintai…

[ Dimanakah Istri Shalihah Itu? ]

Dimanakah wanita-wanita yang mengintai harga pasar Surga?
Bagi sang suami, istri-istri itu menjadi ibu yang penuh belaian kasih, menjadi seorang anak gadis yang penurut, menjadi saudara dalam berdakwah, menjadi kekasihnya di tempat tidur, dan menjadi istrinya di dunia dan di surga yang penuh kenikmatan.

Istri-istri itu selalu mendekatkan diri pada apa yang dicintai suaminya dan menjauhi dari apa yang tidak disukai suaminya.
Saat bertemu suami, ia tersenyum.

Saat sang suami hendak pergi, istri yang shalihah itu mendoakan untuknya agar cepat kembali karena rindu.

[Memikat Hati Suami, Imad Al-Hakim, terjemahan, hal 21 ]

Cintai Dia, maka Seluruh Makhluk ‘kan Mencintaimu. Sungguh, siapa yang…

Cintai Dia, maka Seluruh Makhluk ‘kan Mencintaimu.

Sungguh, siapa yang mencintai-Nya dengan jujur, Dia pun akan mencintai si hamba dan menjadikan penduduk langit dan bumi mencintai si hamba, sebagaimana dalam hadits,

إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ: يَا جِبْرِيْلُ، إِنِّي أُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ. قَالَ: فَيُحِبُّهُ جِبْرِيْلُ. قَالَ: ثُمَّ يُنَادِي فِي أَهْلِ الْسَّمَاءِ: إِنَّ اللهَ يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوْهُ. قَالَ: فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ. ثُمَّ يُوْضَعُ لَهُ الْقَبُوْلُ فِي الْأَرْضِ…

Sungguh, apabila Allah subhanahu wa ta’ala mencintai seorang hamba, Allah memanggil Jibril, lalu berkata, “Wahai Jibril, sungguh, Aku mencintai Fulan maka cintailah dia.” Jibril pun mencintai si Fulan. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit, “Sungguh, Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia.” Penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkanlah penerimaan (rasa cinta) penghuni bumi kepada si Fulan. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Begitu banyak alasan untuk meneteskan air mata. Begitu banyak alasan…

Begitu banyak alasan untuk meneteskan air mata. Begitu banyak alasan untuk meneteskan titik-titik bening.

Dalam duka ia menetes, dalam suka ia mengalir deras.

Dalam lara ia tersedu, dalam bahagia ia pun tersipu.

Dalam tangis.

Kuharap nama-Mu lah yang kusebut saat air mata ini tak tertahan. Menyadari betapa lemahnya diri ini.

Dalam tangis.

Kuharap nama-Mu lah yang kusebut saat hati begitu sakit menemani tangisan.

Dalam tangis.

Kuharap nama-Mu lah yang kusebut ketika air mata bahagia ataupun duka menetes.

Dalam tangis.

Kuharap Kau menemani kesendirian ini saat yang lain menjauh tanpa alasan.

Dalam tangis… yang kuharap hanya Kau. Karena aku tahu Kau kan selalu ada.

*Ayhumaeni

Istimewanya bercerita pada Sang Maha Bijaksana adalah semua rasa akan…

Istimewanya bercerita pada Sang Maha Bijaksana adalah semua rasa akan tercurah, meskipun tidak langsung terjawab, namun hati tiba-tiba menjadi sangat tenang, seakan merasa beban hidup biasa saja, rahasia akan aman selamanya

Namun jika bercerita pada dunia dan seisinya, beban memang berkurang namun rahasia belum tentu aman, bisa jadi apa yang diungkapkan akan kembali pada diri dengan sebuah kekecewaan.

Allah lebih tahu maksud dari apa yang kita rasa, hanya saja Allah ingin kita manja pada-Nya, berbelas kasih pada-Nya, merendahkan diri meminta pada-Nya. Agar kita menyadari bahwa pengatur kehidupan baik buruknya hanyalah Dia.

*Ayumdaigo

Menjadi Wanita Baik-baik Semua perempuan perlu belajar berjalan dengan anggun,…

Menjadi Wanita Baik-baik

Semua perempuan perlu belajar berjalan dengan anggun, meski ada beberapa yang hobinya berlari sana-sini, jingkrak-jikrak atau bahkan langkahnya sombong tak teratur.

Semua permpuan perlu belajar berbicara dengan santun dan berbobot, meski ada beberapa yang obrolannya ngalor-ngidul, bodo amat-an, atau bahkan mengatakan sesuatu yg tidak pada tempatnya.

Semua perempuan perlu belajar menjaga dirinya. Menutup dengan pakaian yang pantas dan memuliakan. Meski ada beberapa yang sulit melakukannya, menguraikan rambutnya atau bahkan memperihatkan lengannya.

Dan meski aku pernah menjadi beberapa perempuan itu, tetapi masa depan telah menungguku untuk terus mengayuh keyakinan menjadi wanita baik-baik.

Jadilah wanita baik-baik yang sesungguhnya.

#AyoLebihBaik