AKU BERTANYA PADAMU SEPERTI YANG ORANG LAIN TANYAKAN MENJELANG LEBARAN….

AKU BERTANYA PADAMU SEPERTI YANG ORANG LAIN TANYAKAN
MENJELANG LEBARAN.

KAPAN?

Kawan, kapan terakhir kali engkau menangis?
Dan apa yang menyebabkanmu menangis?
.
Tugas kuliah yang menumpuk?
Pekerjaan yang bikin suntuk?
Finansial yang terpuruk?
Hubungan keluarga yang memburuk?
Hutang yang makin numpuk?
Jodoh yang tak kunjung datang?
Ditinggalkan orang yang disayang?
Dikecewakan orang yang dicinta?
Momongan yang tak kunjung hadir?
.
Mungkin kita sangat merindu
Nangis bukan karena masalah dunia.
Tapi nangis karena kita menjauh dari-Nya.
Mungkin kita kangen sekali.
Air mata netes ketika teringat dosa.
Ketika tersadar, ibadah kita tak seberapa.
Saat mengingat, bahwa ajal kian mendekat.
Saat kita tahu, ibadah kita makin berantakan.
.
Kawan, betapa indahnya menyendiri.
Di malam-malam yang sunyi.
Meratap, menangis, mengadu pada Ilahi.
Lalu berdoa, “Yaa Rabb, sebesar apapun masalah dunia yang hamba hadapi, asalkan Engkau sayang pada hamba, itu sudah lebih dari cukup.”

(Ahmad Rifai Rifan)

MEMBUAT ROTI A LA QUR’AN Ah, ini hanya cerita ‘ulama…

MEMBUAT ROTI A LA QUR’AN

Ah, ini hanya cerita ‘ulama dahulu ketika ditantang misionaris, “Jika Al-Qur’an itu memang benar, datangkan pada kami satu ayat. Satu ayat saja, yang menjelaskan tentang tata cara membuat roti.”

“Gampang.” singkat ‘ulama itu menjawab tantangan, “Tapi ada syaratnya.”

“Wahai, apakah itu?”

“Undanglah pembuat roti terenak di kota ini, suruh ia membuat roti secara langsung di hadapan.”

“Baik.” persyaratan disanggupi.

Diundanglah pembuat roti terenak di kota itu. Masak besar. Tepung-tepung beterbangan. Pemandangan luar biasa.

“Baiklah, ini roti sudah matang. Silakan dicoba.”

Dicobalah roti oleh sekelompok misionaris itu. Dicoba sampai habis.

“Bagaimana, enak?” ‘ulama itu bertanya.

“Enak. Lantas dimanakah letak Al-Qur’an mengajarkan bagaimana cara membuat roti ini. Datangkan pada kami jika Al-Qur’an memang benar!” sungut sebagian misonaris.

“Hei, pembuat roti terbaik, ” ‘ulama itu bertanya pada si pembuat roti, “bagaimanakah caramu membuat roti yang enak ini?”

Dijelaskanlah oleh si pembuat roti itu cara membuatnya; resep, cara memasak, alat-alat, segala macamnya. Lalu…

“Begitulah cara membuat roti dalam Al-Qur’an. Sama persis.” potong sang ‘ulama.

“Bagaimana bisa? Coba datangkan ayatnya!” misionaris tak percaya.

“Bismillaah; dengan menyebut nama Allah.” dibacakan kepada mereka, surat Al-Anbiya ayat 21, “Fas-aluuu aHladzdzikri, in kuntum laa ta’lamuun; maka tanyakanlah olehmu kepada orang berilmu, sekiranya kamu tiada mengetahui.”

Begitulah.
Tiada cacat dalam Al-Qur’an.
Sekiranya kamu menganggap Al-Qur’an itu tidak benar,
maka,

“Datangkanlah padaku sepuluh surat yang menyamainya (Hud: 13)”

atau jika terlalu berat,

“Datangkanlah satu surat yang menyamainya (Yunus: 38)”

atau jika masih terlalu berat,

“Datangkanlah satu kalimat yang menyamainya (At-Tur: 34)”

dan bila, kamu masih tak percaya bahwa Al-Qur’an itu benar,

“Buatlah satu surat bersama –sebanyak apapun penolong-penolongmu semisal Al-Qur’an, jika kamu orang yang benar. (Al-Baqarah: 23).

Wallahu a’lam

Wanita Ustadz Felix Siauw 1. wanita disempurnakan dari tulang rusuk…

Wanita
Ustadz Felix Siauw

1. wanita disempurnakan dari tulang rusuk | bukan tulang kepala hingga tinggi, bukan tulang kaki hingga rendah, karena ia ialah teman

2. karena wanita diciptakan tidak sama | dia kelemahan dari kelebihan lelaki dan kelebihan dari kelemahan lelaki, ia melengkapi

3. karena wanita lekas linangan air matanya saat sedih, baik saat senang | karenanya suami diberikan dada yang lebih bidang

4. lembut lemah wanita tercipta untuk berikan buaian keturunan | maka dia penolong yang menawan, bukan lawan tanding yang sepadan

5. lemah lembutnya wanita bisa menguatkan suaminya | dan kekuatan suaminya adalah bila bisa berlaku lembut terhadap istrinya

6. wanita memiliki rahim, begitulah mereka menciptakan kerabat | sekaligus mengajari lelaki bahwa mereka tiada ada tanpa wanita

7. seorang wanita tidak perlukan lelaki yang pintar mengarang alasan | tapi wanita sangat menghargai lelaki yang berkata lewat perbuatan

8. seorang istri tidak perlukan suami yang pandai membangun argumen | karena yang ia harapkan hanya pengertian dan rasa aman

9. tidak berarti bagi istri alasan logis, fakta akurat dan detail penjelasan | ungkapan sayang sepele, dan pelukan akan berikan lindungan

10. bahkan seringkali seorang istri tidak perlukan lelaki yang pintar bicara | lebih berarti seorang lelaki yang pandai mendegar makna

11. karena bahagia bagi wanita bukan masalah fisik lahir | tapi apa yang bisa dirasa dalam hati batin

12. wanita lembut bukan untuk diinjak, melainkan untuk dilindungi | bagaikan hamparan hijau permadani dibawah kokoh rindang pohon berseri

13. bila selama ini wanita menaatimu wahai suami | berikan sedikit waktu bagi mereka untuk lakukan apa yang mereka nikmati

14. karena wanita dicintai tersebab kelemahannya | karena ia harus dilindungi dan dijaga

16. hargailah wanita, karena hargamu tergantung daripadanya | karena lelaki selalu dilihat dari 3 wanita, istri-ibu-anak perempuannya

17. tugas suami adalah mendidik istrinya agar paham | dan mendidik itu dengan pengertian, bukan suara keras dan ringan tangan

18. bila istri belum memahami | maka hendaklah suami bertanya apa yang salah dari cara didiknya, bukan bertanya siapa yang dia didik

19. seharusnya wanita menyambutmu dengan senyum laksana anak kecil saat hadirmu dirumah | tanda bahagia wanita nyata di muka

20. bila istri tiada bahagia bersama kita? | mungkin perlu kembali kita kaji Islam, dan jalan hidup Nabi, agar pandai bahagiakannya 🙂

Di tanah ini kelak.. akan lahir ratusan bahkan ribuan para…

Di tanah ini kelak..
akan lahir ratusan bahkan ribuan para penjaga wahyu,
yang senantiasa bermesra dgn lembaran2 kalamNya..
.
Di tanah ini kelak…
akan lahir mujahid mujahidah pengemban amanah dakwah,
yang terus bersemi diseluruh penjuru bumi.
.
Dan segenggam Harta yang kau wakafkan,
Akan menjadi benih yang terus bersemai.
.
Bermekar tak pernah putus,
Berlipat ganda hingga beratus-ratus..
.
**********
.
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan 7 bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui”
(Al Baqarah : 261)
.
Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa menafkahkan sesuatu fii sabilillah (di jalan Allah) , tercatat baginya tujuh ratus kali lipatnya.”
(HR. Tirmidzi)
.
**********
.
Wakaf Pembebasan Tanah untuk pembangunan Sarana Pendidikan islam ( Sekolah / Rumah tahsin & Tahfidz al Quran) Di jalan dapalak Kec.Baolan Kab.Tolitoli Sulawesi Tengah.
.
Rek Wakaf :
BRI 0227-01-002363-53-1 an PAUD IT BUNAYYA
Sekretariat Jl. Hi Mallu No 50 Tuweley Kab.Tolitoli Sul-Teng
.
**********
.
Yayasan Samara Tolitoli
(Akta notaris Helmi Alatas, SH No 10 tgl 17 Desember 2010)
.
CP :
0853 9623 4733 (Joko)
0852 4102 8840 (Hendy)
08 222 7575 000 (Jefry)

11 Fakta tentang Khalid bin Walid KHALID bin Walid adalah…

11 Fakta tentang Khalid bin Walid

KHALID bin Walid adalah salah satu sahabat Nabi yang mempunyai keutamaan. Kontribusinya terhadap Islam tidak diragukan lagi dan sudah dicatat dengan tinta emas dalam sejarah. Berikut adalah beberapa fakta soal Khalid bin Walid yang dikumpulkan dari berbagai sumber:

1. Khalid tidak pernah kalah dalam satu peperangan pun baik pada saat jahiliyah atau setelah masuk Islam

2. Nama lengkapnnya adalah Khalid bin Walid bin Al-Mugiroh Al-Qurasy Al-Makhzumy Al-Makky, anak saudari ummul mukminin Maimunah binti Al-Harits radhiallahu ‘anhu.

3. Khalid adalah seorang lelaki yang kekar, berpundak lebar, bertubuh kuat, sangat menyerupai Umar bin Al-Khattab radhiallahu ‘anhu.

4. Tahun kedelapan hijriyah, Khalid memeluk Islam.

5. Khalid merupakan seorang panglima perang yang jenius. Pada waktu perang Mu’tah, jumlah tentara kaum muslimin pada saat itu sekitar tiga ribu personil sementara bangsa Romawi memilki dua ratus ribu personil. Melihat tidak adanya keseimbangan jumlah tentara kaum muslimin dibanding musuh mereka, terkuaklah sikap kesatria dan kepahlawanan kaum muslimin pada peperangan ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan agar pasukan dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, dan jika dia terbunuh maka kepeminpinan berpindah kepada Ja’far bin Abi Thalib, dan jika terbunuh maka kepeminpinan digantikan oleh Abdullah bin Rawahah.

Semua pemimpin tersebut mati syahid pada peperangan ini, lalu bendera diambil alih oleh Tsabit bin Aqrom, dan dia berkata kepada kaum muslimin: “Pilihlah seorang lelaki sebagai pemimpin kalian!”

Mereka memilih Khalid bin Walid. Maka pada peristiwa inilah tampak jelas keberanian dan kejeniusannya. Dia kembali mengatur para pasukan, dan mengubah strategi dengan menjadikan pasukan sayap kanan berpindah ke sayap kiri dan sebaliknya pasukan sayap kiri berpindah ke sebelah kanan. Kemudian sebagian pasukan diposisikan agak mundur setelah beberapa saat mereka datang seakan pasukan bantuan yang baru datang. Ini dilakukan guna melemahkan semangat berperang musuh kemudian kesatuan tentara kaum Muslimin terlihat menjadi besar atas pasukan kaum Romawi sehingga menyebabkan mereka mundur.

5. Khalid bin Walid diberhentikan sebagia panglima perang oleh Umar bin Khattab. Perkataan Umar yang sangat terkenal waktu itu adalah , “Aku memecat Khalid sehingga masyarakat mengetahui bahwa sesungguhnya Allah membela agamanya tidak dengan Khalid.”

6. Di antara ungkapan Khalid yang agung adalah, “Tidaklah sebuah malam di mana aku bersama seorang pengantin yang aku cintai lebih aku sukai dari sebuah malam yang dingin lagi bersalju dalam sebuah pasukan kaum muhajirin guna menyerang musuh.”

7. Khalid pernah menulis sebuah surat kepada kaisar Persia berisi, “Sungguh aku telah telah datang kepada kalian dengan pasukan yang lebih mencintai kematian sebagaimana orang-orang Persia menyenangi minum khamr.”

8. Qais bin Hazim berkata, “Aku telah mendengar Khalid berkata, ‘Berjihad telah menghalangiku mempelajari Al-Qur’anul Karim.’”

Abu Zannad berkata, “Pada saat Khalid akan meninggal dunia dia menangis dan berkata, ‘Aku telah mengikuti perang ini dan perang ini bersama pasukan, dan tidak ada satu jengkalpun dari bagian tubuhku kecuali padanya terdapat bekas pukulan pedang atau lemparan panah atau tikaman tombak dan sekarang aku mati di atas ranjangku terjelembab sebagaimana matinya seekor unta. Janganlah mata ini terpejam seperti mata para pengecut. ‘“

9. Ketika wafat, Khalid hanya meninggalkan kuda, dan senjatanya saja yang dijadikan sebagai sedekah di jalan Allah. Pada saat berita kematian tersebut sampai kepada Amirul Mu’minin Umar bin Al-Kattab dia berkata, “Semoga Allah meberikan rahmatnya kepada Abu Sulaiman, sesungguhnya dia seperti apa yang kami perkirakan.”

10. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun Khalid maka dia telah menyimpan baju besinya dan perlengkapan berperangnya di jalan Allah.”

11. Khalid wafat pada tahun 21 Hijriah di Himsh pada usia 52 tahun.

wallahu a’lam.
sila dishare 🙂

Wallahu a’lam kebenarannya. Ini katanya hujan batu di Myanmar, tempat…

Wallahu a’lam kebenarannya. Ini katanya hujan batu di Myanmar, tempat dianiayanya Muslimin Rohingnya. Cukuplah ini menjadi pengingat bahwa hari kiamat itu pasti terjadi dan pasti lebih mengerikan daripada ini.

“Apabila Bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya. Dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya. Maka jadilah ia debu yang beterbangan.” (QS. Al-Waqi’ah)

POHON KURMA Ada kata2 bijak kuno yang mengatakan bahwa “…

POHON KURMA

Ada kata2 bijak kuno yang mengatakan bahwa ” orang benar akan bertunas seperti pohon korma ”

Pohon korma lazim dijumpai di Timur Tengah. Dgn kondisi tanah yg kering, gersang, tandus & kerap dihantam badai gurun yg dahsyat, hanya pohon korma yg bisa bertahan hidup. Tak berlebihan kalau pohon korma dianggap sebagai pohon yg tahan banting.

Kekuatan pohon korma ada di akar2nya. Petani di Timur Tengah menanam biji korma ke dlm lubang pasir lalu ditutup dgn batu. Mengapa biji itu hrs ditutup batu ? Ternyata, batu tsb memaksa pohon korma berjuang utk tumbuh ke atas. Justru krn pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tsb membuat pertumbuhan akar ke dlm tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yg menekan diatasnya.

“Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah.”

Bukankah itu prinsip kehidupan yg luar biasa?

Sekarang kita tahu mengapa Allah kerapkali mengijinkan tekanan hidup datang. Bukan utk melemahkan & menghancurkan kita, sebaliknya

Allah mengijinkan tekanan hidup itu utk membuat kita berakar makin kuat. Tak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yg sdh mengakar kuat itu akan menjebol “batu masalah” yg selama ini menekan kita. Kita keluar menjadi pemenang kehidupan.

Allah mendesain kita seperti pohon korma. Sebab itu jadilah tangguh, kuat & tegar menghadapi beratnya kehidupan.

Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi pemenang2 kehidupan.

Sebait catatan nasihat
(Alm) Ustadz Rahmat Abdullah.

———-

Add Akun Tausiyahku
Official Partner Line Ramadhan 1437H

Line: @Tausiyahku
IG: @tausiyahku_