“DESPRATE HOUSEWIFE” Untuk sahabat ku para isteri… Tadinya tak ingin…

“DESPRATE HOUSEWIFE”

Untuk sahabat ku para isteri…

Tadinya tak ingin aku mengungkapkan isi hati ini, namun belakangan begitu sering aku mendengar kelus kesah dari para sahabatku…mereka yang saat ini menjadi seorang ISTRI…

Sebelum menikah rasanya semua perempuan berharap bahwa menikah itu indah, semua akan terasa manis…dan semua hal bisa diselesaikan bersama lelaki pilihannya

Setelah proses akad nikah selesai, maka lelaki menjadi Imam dalam rumah tangga…dan perempuan menjadi makmum, sehingga terjadi keselarasan langkah..laki-laki menjadi Imam bukan semata-mata memerintah atas kehendak pribadinya sehingga bisa menjadi superior, begitu juga dengan perempuan…ketika posisinya menjadi makmum bukan berarti tidak punya hak untuk bicara dan menentukan pilihan, semua bisa dibicarakan…semua bisa dikomunikasikan sehingga masalah bisa terpecahkan (idealnya seperti itu..)

Waktu terus berjalan…hari demi hari dilalui dengan indah, masih ada sejuta cinta..segudang sayang…
Saat suami kita selalu dinanti kehadirannya, pulang disambut dengan senyum keikhlasan, sang suami pun membawakan oleh-oleh kesukaan…bahkan mungkin setangkai bunga nan indah…

Tak terasa…satu dua tahun berjalan, kita mulai menemukan hal2 kecil yang berbeda…mulai dari kebiasaan makan, berpakaian, menyikapi sesuatu, bergaul, dan sebagainya…
Awalnya biasa saja, istri hanya terkejut dalam hati kemudian mulai dibicarakan kepada suami…pada proses komunikasi tersebut kadang ada saja yang membuat “not happy ending”, lama kelamaan kondisi ini menjadi besar…belum lagi ditambah masalah penghasilan yang diperoleh suami…dapat rezeki bulanan malah wajah jadi merengut

Saat anak belum hadir menggenapkan kesempuarnaan rumah tangga, mungkin tidak terlalu masalah ( namun pada kondisi mereka yang membutuhkan waktu tidak sedikit menanti datangnya buah hati…akhirnya ini bisa menjadi masalah serius) setelah hadirnya anak masalah akan bertambah (jika tidak diselesaikan).

Hadirnya anak ternyata tidak cukup menyelesaikan masalah…saat anak belum genap 1 tahun, istri sudah hamil lagi dan kejadian tersebut bisa berulang pada anak berikutnya dan berikutnya..
Belum lagi masalah jumlah penghasilan suami yang tidak mencukupi sehingga isteri harus bekerja
Dengan segala keterbatasan tenaga sang isteri pun akhirnya keluar rumah dipagi hari dan kembali kerumah petang bahkan malam hari…

Salah seorang teman saya menghubungi via telpon (ibu muda beranak 3), dia menumpahkan segala kekesalan, keletihan dan kebosanannya pada pekerjaan…karena pada posisinya sebagai kepala bagian di salah satu perusahaan swasta bonafit dia harus siap berangkat pagi pulang malam…kadang saat dia menghubungi saya diatas jam 7 malam posisinya masih ada dikantor…sampai suatu kali dia telpon dan bilang ” lo tau ga Fa, gue adalah ibu yang paling sering dipanggil oleh sekolah…karena 2 anak gue yang sudah sekolah sering menjadi”trouble maker” dikelas…hmmm, lantas dia bercerita lagi…”belum tingkahnya kalau dirumah…ga mau denger kata2 gue, dan suka marah meledak2″…saya hanya diam sejenak, lalu dia bertanya” menurut lo apa penyebabnya? ” aku hanya tersenyum dan bertanya padanya ” berapa jam lo ada disamping anak saat dia melek? ” apa lo ada disampingnya dan dengerin cerita serunya saat disekolah? tanya ku padanya…dan aku bertanya kembali ” ada dimana lo saat dia lagi BT sama temennya karena mainannya direbut atau dia diusilin temannya sehingga itu membuatnya sedih ?” ” ada siapa saat anak lo pulang sekolah” ??? karena di butuh curhat dan pelukan sang ibu, beberapa pertanyaan yang saya ajukan sempat membuatnya tergagap …
saya hanya bilang padanya ” ANAK-ANAK BUTUH KEHADIRAN MAMANYA DIRUMAH” bukan dengan “mba” yang jumlahnya lebih dari 1..sejak itu saya berfikir ini hanya satu contoh kecil sahabat saya seorang ibu muda wanita karir yang memiliki masalah pada anak , bahkan saya sempat bilang…dari beberapa kasus anak yang bermasalah tingkah laku disekolah sebagian besar adalah mereka yang ibunya sibuk bekerja dan waktunya habis diluar rumah

Lain lagi cerita teman kuliah saya..yang atas kehendak-Nya diberi amanah anak lebih dari 4, hampir setiap tahun melahirkan…pada anak pertama dan kedua dia masih bilang Alhamdulillah..ketiga sampai kelima dia sudah mulai khawatir sampai baru2 ini dikehamilannya yang keenam dia bilang ke saya ” gue stres!!! sampai kapan gue akan dikasih anak…gimana gue bisa kerja kalau begini sekolah tinggi tapi cuma dirumah, rasanya ingin dibuang saja yang ada didalam perut ini…Upss, masya Alloh..saya hanya bilang Alloh kasih yang terbaik…banyak perempuan didunia ini yang sangat ingin merasakan hamil dan punya anak, karena…itu adalah anaugerah terbesar dan terindah (saya jadi terkenang indahnya menjadi ibu hamil, amazing!!) dan perlu kita tau bahwa perempuan yang disukai adalah mereka yang bisa melahirkan banyak anak…dan jangan khawatir, ibu yang berpendidikan kemungkinan besar akan lebih baik mendidik anak dari pada yang tidak sekolah (walaupun tidak semua berlaku seperti itu)…yang jelas mendidik itu butuh ilmu… ilmu dan ilmu lagi !

Belum lagi habis berfikir tentang teman kuliah saya, datang lagi seorang ibu yang bercerita tentang kondisi ekonominya yang sulit ditambah perilaku suaminya yang selingkuh…ada lagi yang datang dan bercerita bahwa kalau suaminya sedang kesal atau marah baik dengan orang lain atau dengan dirinya… si suami akan memukul istrinya sampai lebam…

Dari beberapa cerita diatas saya hanya menghela nafas panjang…bahwa banyak diantara perempuan mengalami rasa putus asa dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai isteri.. rasanya ingin menyudahi pernikahan ini, rasanya ingin lari sampai ingin bunuh diri..

Tak dapat dipungkiri, tugas perempuan sebagai isteri, sebagai ibu, sebagai menantu, sebagai ipar begitu berat…sebagian besar amanah menjaga diri dan kehormatan suami ada ditangan istri, mendidik anak adalah tugas utama seorang ibu, menjadi menantu yang diinginkan mertua, menjadi ipar yang bersahabat dan lain sebagainya bukan perkara mudah

Namun, semua itu harus dijalani dengan segala keterbatasan yang kita miliki…
Satu hal yang bisa saya ambil dari semua cerita diatas..yaitu BERSYUKUR, karena jika kita bersyukur maka nikmat itu akan terus ditambah oleh-Nya…
Nikmat yang hadir bukan dari banyaknya harta, bukan dari banyaknya anak, bukan dari suami yang tampan dan mapan tapi dari pancaran keimanan yang ada didada setiap manusia…Alloh SWT telah menggariskan setiap posisi dan peran dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing

Apapun suami kita…berapa nafkah yang diberikannya pada kita, seberapa besar dia membantu meringankan pekerjaan kita, seberapa besar penghargaannya terhadap hasil usaha kita maka kembalikan kepada Sang Pemilik..seberat apapun masalah Insya Alloh dapat diselesaikan..jangan lari dan takut menghadapinya.diri ini amat lemah, jangan diperlemah dengan keadaan…jangan putus asa terhadap kondisi yang kita hadapi, bergantunglah kepada Sang Maha Kuat…karena hanya Dia yang Maha Memberi Kekuatan

Juga, harapan sederhana untukmu wahai para lelaki yang Alloh takdirkan menjadi suami…Istri adalah amanah dari yang telah dititipkan disisimu, bukan untuk disakiti hatinya, bukan untuk diremehkan kemampuannya, bukan untuk dicemooh hasil kerjanya ( karena usahanya sudah sungguh-sungguh untuk membuatmu tersenyum menikmati hasil masakannya) , bukan untuk diabaikan keinginannya…

Para Istri yang akan menjadikan mu para suami dapat berjalan tegak diantara manusia lainnya, karena dia tutupi aibmu, dia jaga kehormatanmu, dia jaga hartamu dan inga!t dia juga mendidik dan mengajarkan anak-anakmu sehingga anak-anak itu hormat padamu

Jadi …jagalah istri mu untuk selalu taat pada Rabb mu agar kelak kau dapat menegakkan wajah dihadap Allah Sang Maha Rahim bahwa kau telah menjalankan amanahmu sebagai Imam dalam rumahtangga

Terimakasih untuk mu para suami sholeh atas peluh dan lelah mu mengajarkan dan memberikan cinta yang menguatkan …Barokallahufiik

Wallohu’alam

Ifa bunda Azkiya, pk.23.34 – 3 Juni 2011

#tulisan lawas yg tersimpan diblognya neng Yunita Jasmine… dg revisi halus#

Dear, Allah pencemburu, jangan sampai kita mencintai makhluk-Nya lebih dibandingkan…

Dear, Allah pencemburu, jangan sampai kita mencintai makhluk-Nya lebih dibandingkan mencintai-Nya. Perihal cinta, tetaplah menjadikan Allah yang utama maka kita pun akan mendapatkan yang terbaik dari-Nya. Sehebat apapun cinta kita pada seseorang, tak akan pernah bisa menyelamatkan dan menenangkan jika tidak ada ridha-Nya.

Ya Rabb, buatlah diriku mencintai-Mu lebih dari segala makhluk yang telah Engkau ciptakan.Aku yakin takdir-Mu pasti, aku yakin rencana-Mu sangat terukur, dan aku yakin bahwa kehendak-Mu adalah yang terbaik. Ya Allah, pertemukanlah aku dengan seseorang yang saat bersamanya aku semakin dekat dengan-Mu dan ridhailah pertemuan kami :’)

#TausiyahCinta

Jatuh cinta itu adalah ketika kita dirundung banyak rasa, dan…

Jatuh cinta itu adalah ketika kita dirundung banyak rasa, dan seringkali tak kuasa untuk menahannya. Maka jatuh cinta adalah salahsatu ujian keimanan. Akankah setiap rasa yang ada membawa kita tetap berada pada hal-hal yang baik atau tidak. Siapa yang bisa menolak sebuah rasa? Tidak bisa menolak bukan berarti kita tidak bisa mengendalikannya, kita harus bisa :’)

Titipkan segala rasa yang ada pada Yang Maha Mengetahui, serahkan sebaik-baiknya keputusan pada-Nya. Mari berdiam diri dengan ketaatan. Diam namun tetap berusaha memperbaiki diri, mendekatkan diri lagi pada Allah. Karena jatuh cinta itu diam-diam saja. Riuhlah hanya pada Allah, dan sering-seringlah curhat sama Allah di sepertiga malam. Bismillah.. Jika kita niatkan untuk mendapat yang terbaik, kita juga pasti tidak akan lelah mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik pula. 😊

#TausiyahCinta

= MASUK ISLAM KARENA IKLAN SIRUP = . Hari Minggu…

= MASUK ISLAM KARENA IKLAN SIRUP =
.
Hari Minggu 10 April 2016, ada seorang Gadis muda yang berasal dari Bandung bernama Gisella (20 Tahun) datang ke Masjid Daarut Tauhid Bandung. Gadis ini mengikuti kajian muslimah bersama teh Ninih sekaligus menyatakan bahwa dirinya ingin memeluk Agama Islam.

Teh Ninih memanggil Gisella untuk maju ke depan begitu kajiannya selesai. Kemudian, teh Ninih bertanya kepada Gisella tentang alasannya ingin memeluk Agama Islam.
Saat Gisella menjawab pertanyaan itu, jamaah dibuat terkejut.
“Agama saya sebelumnya adalah Kristen. Saya lahir dari keluarga Kristen. Tapi selama ini, saya merasa hambar dengan ritual ibadah yang dilakukan di gereja. Tidak ada ketenangan yang saya dapat. Bahkan, acara natal pun seperti basa – basi formalitas saja,” jawabnya.

Selain itu, Gisella juga bingung dengan konsep trinitas yang ada di agamanya dulu.

“Jujur saya bingung dengan konsep Tuhan dalam Kristen. Tuhannya ada tiga. Saya sering menanyakan itu kepada orangtua, tapi mereka tidak pernah menjawab. Saya bahkan sering dimarahi bila bertanya hal itu,” kata Gisella.

Setelah bercerita cukup panjang, cerita Gisella membuat jamaah yang hadir saat itu tambah terkejut. Pasalnya, hal yang membuatnya tertarik dengan Islam adalah iklan sirup menjelang Ramadhan di televisi.

“Menjelang Ramadan, iklan sirup kan sering muncul di televisi. Isi iklannya tentang kehangatan keluarga, berbuka puasa, mudik lebaran, dan itu membuat saya mulai menyukai Islam,” jelasnya.

Gisella mengatakan, kalau dia suka ketika melihat kehangatan suasana berbuka, sahur, dan saat hari raya yang tergambar dalam iklan sirup di televisi.

Teman-teman Gisella yang muslim orang – orangnya juga menyenangkan. Ia juga mem-follow akun Aa Gym dan teh Ninih di sosial media. Gisella tersentuh oleh kata-kata dari Aa Gym dan teh Ninih.
.
“Dari situ saya makin mantap ingin masuk Islam,” kata Gisella dengan yakin.
.
Setelah selesai bercerita, Gisella mengucapkan syahadat yang dipimpin oleh teh Ninih dan disaksikan jamaah yang hadir. Teh Ninih mendoakan agar Gisella selalu istiqamah memeluk Islam. Teh Ninih juga memberikan sebuah al-Quran dan sebuah hadiah untuk Gisella.

Hidayah Allah bisa datang dari mana saja, bahkan dari hal yang terlihat sepele sekalipun.

Semoga kisah ini menjadi inspirasi dan semakin memperkuat keimanan kita semua. Aamiin

Dan Bagikan kisah ini agar pahala terus mengalir untuk kita.
.
Rasulullah SAW bersabda,
“Barang siapa menunjukkan kebaikan maka baginya pahala seperti orang yang mengerjakannya.”
[HR.Muslim]
.
Wassalam 🙂

NEGERI TANPA AYAH Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH,…

NEGERI TANPA AYAH

Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola

AYAH itu gelar untuk lelaki yg mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar ‘membuat’ anak

Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi

AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja.

Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yg tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah
Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?

Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari umar bin khattab

AYAH durhaka bukan yg bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yg menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya.

AYAH ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya.

AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya.

Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country

Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama ?

Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi

Banyak anak yg sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya

Semangat quran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya’qub, Imron. Mereka adalah contoh AYAH yg peduli

Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata: Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH

Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu.

Nasab yg merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak

Rasulullah yg mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAHnya. Tapi nilai-nilai keAYAHan tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya

Nabi Ibrahim adalah AYAH yg super sibuk. Jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya menjadi nabi

Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.

Di dalam quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan. 14 diantaranya yaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut

Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan masjid

Harus ada sosokp AYAH yg mau jadi guru TK dan TPA. Agar anak kita belajar kisah Umar yg tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yg berkisah tapi AYAH

AYAH pengasuh harus hadir di masjid. Agar anak merasa tentram berlama-lama di dalamnya. Bukan was was atau merasa terancam dengan hardikan

Jadikan anak terhormat di masjid. Agar ia menjadi generasi masjid. Dan AYAH yang membantunya merasa nyaman di masjid
Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Dan AYAH yang menjadi kepala sekolahnya

AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya

Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH ‘kepala sekolah’ tapi AYAH ‘penjaga sekolah’

Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya

Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak

Jika ibu tak ada, anak jadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika

AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yg tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yg peduli. Tegas dan peduli itu sikap utama

Hak anak adalah mendapatkan pengasuh yg lengkap. AYAH terlibat, ibu apalagi

Mari penuhi hak anak untuk melibatkan AYAH dalam pengasuhan.

Semoga negeri ini tak lagi kehilangan AYAH

Silahkan share jika berkenan agar makin banyak AYAH yang peduli dengan urusan pengasuhan.

Ust Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri)

Dear, jika kita mencintai seseorang, cintai ia sebagai wujud ibadah…

Dear, jika kita mencintai seseorang, cintai ia sebagai wujud ibadah kepada Sang Pencipta. Ya Allah, Aku yakin takdir-Mu pasti, aku yakin rencana-Mu sangat terukur, dan aku yakin kehendak-Mu adalah yang terbaik.

Ya Rabb, jika memang dia jiwa yang Kau pilihkan, berikan kami jalan. Jika memang dia yang Kau takdirkan, sampaikan rindu dengan cara-Mu. Ya Rabb, jika memang dia bagus untukku, bagus untuk agamaku, satukanlah kami dengan pita cinta-Mu”

#TausiyahCinta

KENAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI? Karena orang baik selalu mendahulukan…

KENAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI?
Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam semesta kebahagiaannya, ia tidak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

KENAPA ORANG BAIK SERING TERTIPU?
Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tidak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yg ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya

KENAPA ORANG BAIK SERING DI HINA?
Karena orang baik tak pernah diberi kesempatan membela dirinya. Ia hanya harus menerima, meski bukan ia yg memulai perkara.

KENAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA?
Karena orang baik tidak ingin membagi kesedihan. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, Dan percaya bahwa suatu masa Allah akan mengganti kesedihannya dg kebahagiaan.

TAPI, KENAPA ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA?
Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, Allah-lah hakikatnya. Jika Allah yang mengarahkan gerak gerik hidupnya, bagaiman ia akan mendebat kehendak-Nya.
Itulah sebabnya orang orang baik tidak memiliki dendam dalam kehidupannya.

Semoga Allah terus memudahkan & menguatkan kita semua dan anak keturunan kita, menjadi orang orang yg baik. Yang terus tekun belajar berbagi kebaikan dan mencoba menyinari semesta disekitar walaupun baru mampu dg cahaya yg kecil sekalipun.
Aamiin Ya Arhamar Rahimin.

Like & share

Dear, titipkan cinta yang kita miliki pada-Nya. Curhatkan segala doa…

Dear, titipkan cinta yang kita miliki pada-Nya. Curhatkan segala doa pada-Nya sebagai bentuk penjagaan hati kita Cinta dalam diam, membuat kita belajar menahan diri agar tidak tergesa-gesa mengungkapkan segala rasa.

Dalam diam, tersimpan kekuatan harapan, sehingga Allah mungkin berkenan membuat harapan itu menjadi nyata. Mari berikan keyakinan dalam hati, Allah maha Tahu yang terbaik. Mohonkan petunjuk dari-Nya mengenai setiap rasa yang kita miliki.
Mohonkan agar jika memang berjodoh, persatukanlah. Namun jika tidak, mohonkan kekuatan hati dalam menerimanya 🙂

#TausiyahCinta

Hidup Tapi Seperti Mayat Bertamu, main HP… Ngaji, main HP……..

Hidup Tapi Seperti Mayat

Bertamu, main HP…
Ngaji, main HP…..
Terima tamu, main HP..
Belajar, main HP
Bekerja, main HP
Sambil makan, main HP…
Di tengah keluarga, main HP…
Kiamatlah duniamu tanpa HP

Kadang terlihat dua orang duduk saling berhadapan tidak berbicara samasekali, karena salah satu atau keduanya main HP. Kalaupun harus bicara akhirnya tidak nyambung dan muncul sikap tidak lagi peduli.

Punya masalahpun bukannya mencari keluarga yang dekat, tapi membahas di sosmed rasanya lebih “afdhol”.

Manusia menjadi ” ada tapi tiada ” sahabat….Jasad jasad yang telah menjadi zombie berkeliaran. Hidupnya hanya seputar dunia dalam ponselnya.

Basahnya embun pagi…
Hangatnya matahari pagi..
Jabat erat tangan sahabat telah hilang dan diganti dengan gambar gambar mati dalam ponselnya.

Gerak hebat akan petualangan bumi juga sudah diganti dengan gerak jempol dan telunjuknya.

Wajah wajah mulai pucat, tubuh mulai ringkih, pahala pahala berterbangan sia sia sebagai resiko terburuk yang mungkin dimiliki. Padahal engkau tidak ke mana mana dan belum melakukan apapun selain menggerakan jempol dan jarimu pada layar kecil nan penuh sihir ini.

Hidup dalam kematian itu adalah keniscayaan, tapi mati dalam kehidupan itu adalah pilihan.
Maka bangunlah!!! Hiduplah sebagaimana manusia itu hidup.

Saat suami/istri datang, simpan HPmu
Saat anak bercerita. simpan HPmu
Saat orangtua bicara, simpan HPmu
Saat tamu berkunjung, simpan HPmu
Saat rumah bau dan berantakan, simpan HPmu
Saat matahari merekah, udara sejuk, angin semilir, burung bersiul, anak anak tertawa riang, sekali lagi simpan HPmu.

Perhatikan duniamu dengan seksama. Sebab nikmat Ilaahi ada di sana.
Hiduplah!!!!
Engkau belum mati tapi bertingkah seperti mayat…
😭😭😭.

Oleh: Hamba Allah

Untukmu..Para Ibu Yang Lelah Pekerjaan rumah tidak ada habisnya. Dari…

Untukmu..Para Ibu Yang Lelah

Pekerjaan rumah tidak ada habisnya. Dari berantakan…rapi….tidak lama berantakan lagi.
Dari kotor….bersih….tidak lama kotor lagi. Anak-anak, suami, dapur, rumah dan seterusnya…dan seterusnya….

Ali bin Abi Thalib sebagai suami menuturkan betapa lelah istrinya mengurusi rumah yg tak seberapa besar itu. Tangan Fatimah putri Nabi yg mulia itu menjadi keras dan kasar karena harus menumbuk dan mengadoni sendiri dengan menggunakan roha (alat tumbuk saat itu). Hingga suatu hari mereka berdua mendengar bahwa Nabi mendapatkan budak yg bisa dijadikan pembantu.

Fatimah datang utk memohon pembantu dari ayah mulia Rasulullah. Tapi Rasul tidak ada di tempat. Fatimah hanya berjumpa Aisyah. Aisyah berjanji menyampaikannya.

Malam itu, saat Ali dan Fatimah sudah bersiap istirahat dan telah berbaring. Ayahanda Rasulullah datang…
Keduanya bersegera ingin bangun.
Rasul berkata: “Tetaplah di tempat kalian berdua.”

Beliau mendekat dan duduk di antara mereka berdua hingga Ali merasakan dingin telapak kaki beliau mengenai perutnya.

Kemudian ayahanda Rasulullah berkata:
“Maukah aku tunjukkan pada kalian berdua yg lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian berdua sudah hendak tidur maka bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33 kali dan bertakbirlah 34 kali. Itu lebih baik bagi kalian berdua dari seorang pembantu.”

Jika itu Fatimah, maka inilah ibunya Khodijah rodhiallohu anha.
Jibril pernah datang kepada Nabi. Tapi kedatangannya kali ini bukan menyampaikan ayat. Jibril datang turun dari langit yg tujuh sana hanya utk menyampaikan memberi salam. Salam untuk istri Nabi, Khodijah yg mulia.

Jibril berkata:
“Wahai Rasulullah, ini Khodijah akan datang membawa periuk ada lauk di dalamnya. Jika dia nanti datang sampaikan salam dari Robb nya dan dariku. Dan beritakan untuknya kabar gembira tentang surga yang tidak ada kegaduhan dan tidak ada kelelahan di dalamnya.”

(Salam dari kami para ayah untuk para ibu yg lelah. Dua kisah istimewa dari dalam rumah nubuwwah. Untukmu para ibu…..
Selamat ibu, dengan semua kelelahan urusan rumah. Semoga salam Allah dan para malaikat untukmu dan surga balasan tertinggimu.
Salam untukmu para ahlul bait…)

#sapapagiBA

-Budi Ashari-